Pengumuman Lomba Desain Poster

Hari ini tanggal 5 Desember 2013 pada pukul 15.00 WIB kita lakukan polling like di Fanspage BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak
hingga 6 Desember 2013 pada pukul 23.59 WIB. Jumlah like terbanyak akan terpilih menjadi juara favorit.

Lomba Desain Poster HIV Aids Day: Getting Zero

Lomba desain poster yang dilaksanakan BEM Poltekkes Kemenkes Pontianak merupakan perlombaan dalam rangka memperingati hari HIV Aids sedunia

Website resmi poltekkes kemenkes pontianak

Website resmi Poltekkes Kemenkes Pontianak berisi informasi-informasi seputar Poltekkes Pontianak.

Hubungi Kami

Hubungi kami jika anda memilki saran, kritik, aspirasi atau ide-ide lain.

Perekrutan Anggota BEM Periode 2013/2014

Semua calon anggota BEM akan melalui 3 tahap. Apa saja itu?

Pelantikan Anggota BEM dan MPM 2013/2014

Pelantikan kepengurusan Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak periode 2013-2014 berlangsung pada Jumat, 5 April 2013 yang lalu.

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juli 2013

Selamat Hari Anak Nasional 2013

Kalo ada yang bilang kampus besar karena mahasiswanya, maka selayaknya ada perkataan bahwa bangsa besar dimulai dari kesuksesan dalam membina dan membentuk karakter anak bangsa. Yups, anak! Gak ada habisnya kalau kita bahas tentang anak, mulai dari segala kelucuan dan keunikannya sampai tentang berbagai isu yang menjadikan anak sebagai objeknya, salah satu diantaranya adalah KEKERASAN.
Spiral kekerasan di Indonesia rasanya kok gak ada habis-habisnya ya? Kadang semua terasa damai tapi kadang terlihat brutal dan menakutkan. Dalam kejadian nyata, ternyata korban kekerasan paling banyak adalah anak. Mereka jelas tidak berdaya menghadapi kekerasan yang dilakukan oleh orang dewasa.
Kalau dulu, kekerasan hanya diartikan sebagai tindakan fisik. Namun, yang kini lazim digunakan adalah kekerasan fisik dan kekerasan psikis. Nah, kekerasan psikis ini yang lebih sulit mengukurnya karena tidak tampak, tetapi berakibat lebih fatal karena tidak ada kepastian bagaimana cara penyembuhannya.
Data Komnas Anak menunjukkan, kekerasan pada anak tidak mengenal strata sosial. Di kalangan menengah ke bawah, kekerasan pada anak karena faktor kemiskinan. Di kalangan menengah ke atas, karena ambisi orangtua untuk menjadikan anaknya yang terbaik, di sekolah, di masyarakat, termasuk selebritis cilik agar bisa tampil di televisi.
Pengin tahu yang lebih menyedihkannya bahwa dari data yang dilansir PMI, 91 % anak Indonesia pernah mengalami kekerasan, baik berupa kekerasan fisik maupun psikis. Bahkan tak jarang diantaranya mengalami kekerasan seksual yang lebih banyak dilakukan oleh orang-orang terdekat mereka. Sedih banget kalau kita semua sadar fakta yang ada di masyarakat sudah berada pada level yang memprihatinkan.
Mengutip dari pernyataan Seto Mulyadi (2006) bahwa jika kekerasan terhadap anak tidak dihentikan, maka cepat atau lambat bangsa ini akan runtuh. Para pemimpin bangsa ini kelak akan terdiri dari orang-orang yang memiliki masa kanak-kanak penuh nuansa kekerasan. Tidak akan ada lagi cinta dan kasih sayang dalam kepemimpinanya kelak.
Hmmm… kita berdiri memang sebagai mahasiswa kesehatan yang tetap gak bisa tutup mata dari fakta yang ada. Anak adalah bagian dari  komponen bangsa. Anak adalah cikal-bakal lahirnya pemimpin yang akan menentukan ke arah mana bangsa Indonesia akan bergerak, maju atau justru mundur. Sejuta kata dan regulasi yang terucap tidak akan ada apa-apa jika dibandingkan dengan satu kali tindakan nyata.


Let’s we save children's lives,
we fight for their rights,
and we help them to fulfil their potential!

(Kholisotul Hikmah, President of BEM Poltekkes 2013)

Sabtu, 22 Juni 2013

Sembuhkan Batuk dengan Cara Tradisional


Batuk dapat disembuhkan dengan cepat asalkan bisa diketahui dengan tepat jenis batuknya. Berikut adalah tips untuk menyembuhkan sejumlah tipe batuk dengan cara tradisional:

Batuk tanpa demam

Bahan:
-Jeruk nipis satu buah
-Kecap atau madu secukupnya

Cara membuat:
-Jeruk nipis dipotong dan diperas airnya, masukkan ke dalam gelas.
-Tambahkan kecap atau madu yang sama banyaknya dengan air jeruk nipis.
-Aduk sampai rata. -Untuk dewasa sehari minum tiga kali, tiap kali minum satu sendok makan.
-Untuk anak-anak sehari minum tiga kali, tiap kali minum satu sendok teh.

Batuk disertai pilek

Bahan:
-Jeruk nipis satu buah
-Minyak kayu putih secukupnya
-Kapur sirih secukupnya

Cara membuat:
-Jeruk nipis dipotong dan airnya diperas masukkan ke dalam cawan.
-Tambahkan minyak kayu putih sama banyak dan kapur sirih sedikit dan dicampur hingga diperoleh campuran seperti bubur.
-Lumurkan pada leher, dada dan punggung.

Batuk kering

Bahan:
-Lobak segar 8 buah
-Gula batu secukupnya

Cara membuat:
-Lobak diparut dan gula batu dihaluskan dan dicampur sampai rata. Ini disiapkan sore hari.
-Masukkan ke dalam panci bertutup, diembunkan semalam.
-Pagi harinya diperas dengan kain bersih masukkan ke dalam gelas.
-Untuk dewasa diminum sekaligus.
-Untuk anak-anak diminum setengah takaran dewasa.

Batuk Rejan

1. Bahan:
-Bunga kembang sepatu 5 gram
-Bawang merah satu siung
-Madu murni dua sendok makan

Cara membuat:
-Bunga kembang sepatu dan bawang merah digiling, beri satu cangkir air, lalu diperas dan disaring.
-Masukkan madu.
-Minumlah sekaligus.

2. Bahan:
-Daun waru muda 5 gram
-Blimbing wuluh
-garam

Cara membuat:
-Daun waru dan blimbing wuluh dihaluskan sampai lumat.
-Bubuhilah garam dan dua cangkir air lalu disaring.
-Minumlah sehari tiga sekali, setiap kali minum sebanyak satu cangkir.

Sumber: PlasaMSN Indonesia

Senin, 03 Juni 2013

Kenali Dua Jenis Gangguan Pencernaan Akut

PERUT sering melilit lebih dari tiga hari? atau saat buang air besar (BAB) sering berdarah? Hati-hati, mungkin Anda sedang mengalami konstipasi (gangguan cerna) akut.

Pasalnya konstipasi ada dua jenis, yaitu konstipasi organik dan fungsional. Di mana konstipasi organik ialah gangguan pencernaan yang terjadi karena sudah ada salah satu syaraf yang terganggu. Umumnya lebih sering terjadi dan lebih buruk efek nyerinya saat melakukan BAB. Lain itu, keluhan itu merupakan dampak dari efek dari penyakit kronis.

"Gangguan sembelit organik sudah umum terjadi di masyarakat Indonesia. Umumnya karena bawaan dari penyakit kronis seperti diabetes, stroke atau memiliki riwayat kanker. Di mana efek dari penyakit itu, saraf atau pembuluh darahnya sudah tidak berfungsi atau terganggu. Sehingga pergerakan kotoran dalam usus besar tidak mulus, alhasil pencernaan pun tidak lancar," tutur Prof. dr. Marcellus Simadibrata, Ph.D, SpPD-KGEH, FINASIM, FACG, FASGE selaku ketua Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia saat pembukaan dalam acara dalam acara Media Gathering Aksi Lancar Dulcolax: Waspada Sembelit Kronis dan Komplikasinya, di Cocorico Cafe, Bandung, Sabtu, baru-baru ini.

Sementara untuk konstipasi fungsional, sambung Prof. Marcellus, hal ini disebabkan karena gaya hidup dan pengelolaan konsumsi makanan yang tak sehat. Sehingga membuat gangguan pencernaanya tidak lancar.

"Kurang kandungan serat, air minum dan malas mengonsumsi sayuran ialah faktor tertinggi penyebab masyarakat mengalami sembelit.Prevalensinya kira-kira satu dari sepuluh orang pasti mengalami konstipasi," imbuhnya.

Kemudian, penanganan untuk konstipasi organik tak bisa langsung divonis langsung. Sebab tahapnya harus melewati screening dahulu untuk mendapat diagnosa yang valid, dan kemudian baru diberikan resep obat yang cocok merujuk pada keluhannya. Berbeda dengan konstipasi fungsional diagnosanya bisa ditebak, antara lain: umumnya terjadi diumur produktif, gangguannya tak seintens konstipasi organik. Kemudian, penanganannya juga mudah, yaitu bisa kembali ke gaya hidup sehat dengan mengonsumsi asupan banyak serat, minum banyak air putih dan sering melakukan aktivitas fisik.

Sumber: Okezone.com